Pos

Apakah Dia Suka Sejenis?

Gambar
Undangan yang tersebar itu, membungkam semua mulut-mulut usil mereka yang suka mereka-reka tentang siapa dirinya sebenarnya.

Dan meskipun mereka berteman karib, seolah sudah mengenal siapa dirinya, tetap terperanjat juga dengan fakta ini.
Siapa yang menduga jika akhirnya dia menikah?

Iya, benar, dia selalu bercerita tentang gadis A hingga Z yang katanya tergila-gila padanya. Lengkap dengan bumbu penyedap bahwa dia bingung memilih satu diantaranya, tapi semua itu masih tetap sulit meyakinkan mereka.

Siapa juga yang bisa percaya, kalau cerita gadis-gadis menawan itu dibarengi dengan kehangatannya bila berhadapan dengan laki-laki tampan?

Seisi jagad kampung mereka menyambut perhelatan itu dengan bahagia. Penasaran dengan gadis pilihannya. Sudah diduga, pastilah gadis yang elok parasnya, mengingat seleranya yang tidak sembarangan.

Gadis berhidung mbangir dan manis senyumnya itu sungguh sejuk dipandang. Kiranya dialah yang bisa menentramkan hati keluarga besar laki-laki itu. Manalah ada o…

Siapa Bilang Pembeli adalah Raja?

Gambar
Gambar dari Pixabay.com

Kemarin untuk berbuka, si Sulung yang pergi membeli kelapa muda ke tempat langgananku.  Berbuka puasa dengan air kelapa muda segar dan dingin itu... Cesss gitu loh...
Lalu saat buka, dia tanya," Ma, yang jualan itu memang galak ya?"

Galak?😨
Kalau aku yang beli kelihatannya biasa saja, wajah-wajah lelahlah memang. Membelah kelapa kan bukan pekerjaan ringan, tenaga yang dikeluarkan cukup besar, ini menurutku loh. Emak-emak ringkih, bukan wonder women, apalagi super woman..

Seumur-umur aku belum pernah melakukannya. Tempo dulu, masa belum ada yang jualan kelapa muda, kalau bukan almarhum Bapak yang membelah, ya enggak pernah minum kelapa muda.
Mau memasak santan pun tinggal beli kelapa parut. Malah sekarang Kara sudah ada, semua tinggal curr...
Walhasil sampai setua ini selalu angkat tangan untuk mencoba kemampuan membelah kelapa.

Pedagang kelapa muda itu dua orang ibu rumah tangga, kutaksir usianya masih di bawahku. Keduany…

Tradisi dan Nostalgia Menyambut Lebaran

Gambar
"Kenapa Mama tiba-tiba mau buat kue lebaran lagi tahun ini?" tanya sulungku.

Hemm... Iya, kenapa ya?
Sudah beberapa tahun belakangan, aku meniadakan tradisi ini.
Enggak kenapa-kenapa, cuma sedang ingin saja. Tidak bersebab, meski resiko capek sudah menghadang (hallah, lebay..). Biasanya kue sulap, karena tinggal tunjuk dengan jari telunjuk, xixixi...

Hawa rajin sudah bertiup ke arahku sejak awal Ramadhan. Tapi menunggu sampai sulungku pulang liburan. Bersama anak-anak pastilah seru, karena tradisi itu terulang kembali, hanya wujud anak-anakku sudah besar-besar.

Tradisi membuat kue lebaran paling disukai oleh Rayyan. Dulu sewaktu masih riweh dengan kehebohan anak-anak aku kerap melibatkan mereka mencetak kue-kue itu. Dulu selain berniat mengajak mereka bermain sambil bekerja, alasan lainnya karena sebagai ibu muda harus banyak belajar. Ya meskipun sampai sekarang belum khatam tentang cara membuat kue yang enak dan benar. Masih di bawah standar layak dibagikan menjadi tips me…

Ibu yang Bagaimana Aku?

Gambar
Semangatnya harus 24 meski usianya 42 😂


Bertambah usia, semakin berkurang jatah tinggal di dunia. Hari ini sudah empat puluh dua tahun aku menjadi bagian dari penghuni alam dunia. Tidak tahu seberapa lama lagi masih diperkenankan oleh Allah untuk tinggal di sini.

42 bukan lagi usia muda. Pertanyaan yang paling sering berputar di otakku adalah, "Ibu yang bagaimana aku ini?"

Pencapaian apa yang sudah kulakukan dalam hal mendidik kedua anak kami. Bukan tentang urusan keberhasilan mereka dalam bidang akademik, tapi aku lebih fokus memikirkan pada akhlak keduanya.

Mereka bukan lagi anak-anak. Sudah lewat usia mereka dalam penerapan hukum-hukum parenting usia dini. Kelanjutannya adalah mendidik di usia remaja. Sekarang adalah masa melihat hasil kerja kami berdua dalam mendidik mereka dulu. Usia di atas remaja adalah hasil implementasi didikan selama masa kanak-kanak.

Sulungku ada di rumah saat ini. Melalui dia aku menyelami bagaimana cara didik kami, cara berpik…

Jatuh Cinta Pada Seorang Playboy?

Gambar
gambar : pixabay.com

Seseorang yang memiliki reputasi suka gonta-ganti pasangan dikenal dengan istilah playboy. Nah dari sebutannya saja tentu ditujukan pada seorang laki-laki.

Memangnya seorang perempuan tidak ada yang suka gonta-ganti pasangan? Ada...tapi kalau dibuat persentasinya perempuan terhitung jarang. Mungkin karena itu pula kita tidak lazim mendengar istilah playgirl. Apakah bisa disimpulkan perempuan cendrung lebih setia?  Kalau aku bilang sih iyes. (Mari para perempuan merapat untuk melakukan toss) :D

Lalu mengapa seorang perempuan meskipun sudah tahu reputasi buruk seorang playboy masih juga mau untuk didekati? Bukan didekati sebagai teman loh, melainkan jatuh cinta pada sang playboy tersebut? Nah, itu dia yang menjadi pertanyaan. Eh tapi tidak semua perempuan loh ya, banyak perempuan yang memiliki banteng pertahanan super kuat. Jangankan jatuh cinta, didekati saja susahnya minta ampun. Yang memi…

Background Facebook Pereda Suntuk

Gambar
Dunia Facebook sedang dihebohkan dengan background warna-warni. Meskipun aku baru sekali diberi kesempatan, itu pun tanpa disengaja. Dan rasa penasaran sudah terobati dengan sendirinya.

Senang sekali rasanya dua hari ini. Teman-teman yang tadinya aura statusnya serius, menjadi penuh nada humor.  Yang bisa menerapkan background cantik, merasa bahagia, lalu memanas-manasi yang belum bisa ikutan. Tapi tidak ada nada sinis pada kalimat yang ditulis.

Semuanya larut dalam suka berjamaah. Dan bagi yang belum bisa, rasa kesalnya dituangkan dengan nada sindiran yang bikin ngakak. Termasuk aku....

Ternyata kita mudah untuk bahagia, meskipun hanya lewat gambar-gambar yang menyejukkan hati dan memanjakan mata. Tidak susah untuk disatukan dalam satu keinginan. Semua fokus pada rasa bahagia yang sederhana. Yang sudah bisa posting menyemangati, yang belum bisa terus mencoba, tanya-tanya bagaimana cara melakukannya.

Pada kondisi ini kita sangat terhibur, melupakan berbagai macam keributan di dunia m…

Karena Dia Sebenarnya adalah Laki-laki

Gambar
Buku ini kutemukan pada bagian sale, pertama kali diterbitkan pada tahun 2013. Sudah lama aku ingin memilikinya. Akhirnya kesampaian juga tanpa kusengaja. Harganya menjadi Rp.20.000.

Buku yang ditulis oleh Sofie Beatrix dan Didi Cahya itu menceritakan tentang kisah hidup Samuel Brodie. Seseorang yang terpaksa mengubah penampilannya menjadi perempuan demi membebaskan diri dari perasaan tertekan.

Awalnya Sam kecil adalah anak laki-laki normal, sewaktu tinggal di Indonesia. Semuanya berubah sejak ayahnya dipindahtugaskan ke Skotlandia, negara asal papanya. Kondisi keuangan yang tidak sebaik dulu membuat papanya berubah. Ia menjadi pemarah, pelit, terlalu keras dalam menetapkan disiplin dan ringan tangan.

Sam kecil mengalami banyak hinaan di sekolah, hal itu disebabkan oleh penampilannya yang aneh. Tapi semua penderitataan ia telan sendiri tanpa pernah menceritakannya pada orang lain.

Sam tidak punya teman. Ia selalu sendiri. Bahkan ketika ia menjadi korban fedofilia dan menjadi budak se…