Pos

Duh Malunya...

Gambar
Kalau dinamakan kepo rasanya kurang tepat, soalnya bukan mengenai urusan orang lain.
Dinamakan surprise kurang pas juga, bukan suatu kejutan yang menggembirakan soalnya, malah ujungnya aku merasa malu.

Kalau ramah?
Emm... apa iya ramah sih? Rasanya enggak juga, karena masih dalam tanda tanya mengenai orang yang baru kulihat ini. Lebih cocok kalau kunamakan penasaran, karena memang aku merasa pernah mengenal dia. Dulu, duluuu...sekali, masa duduk di bangku SD.

Tapi suasana pertemuan itu sungguh tidak tepat kalau dipakai ngobrol sesuka hati. Karena saat itu aku sedang bertakziah di rumah teman anggota majlis taklim. Tapi aku gelisah, takut kesempatan ini tidak akan terulang lagi. Sudah berapa puluh tahun lamanya tidak bertemu, masa iya kubiarkan saja? Nanti dikira sombong, yakan?

Aku duduk membelakanginya. Kebetulan rumah ahli musibah tidak terlalu besar, yang melayat juga banyak. Sesekali aku menoleh kepadanya, dia juga tersenyum. Wah.. sudah paslah memang, kami saling kenal, pikirku.

Tentang Memalsukan Tanda Tangan

Gambar
Kejadiannya sudah lama, sewaktu sulungku baru masuk SMA, empat tahun yang lalu. Tapi bisa kuingat dengan jelas, bagaimana ia merasa sangat menyesali perbuatan itu.

Menjelang hari terakhir ospek, dia pulang sudah mendekati magrib, wajahnya sangat kusut. Baru masuk rumah saja aku sudah menduga, ini bukan perkara lelah. Ada sesuatu yang lebih parah sudah merusak hari bahagianya.

Ya, dia senang bisa masuk ke SMA yang diinginkan, tanpa jalur test karena NEM nya mencukupi. Masa itu, masuk sekolah negeri dengan nilai UN murni. Baru sisanya lewat test bila nilai tak mencukupi.

Menjadi kebiasaannya, sepulang sekolah wajib istirahat dulu. Kadang keterusan sampai ketiduran. Jadi kebiasaanku juga membiarkannya beberapa saat.

Tapi hari itu, dia keluar kamar lagi, lalu menangis. Emak langsung nderedeg, tapi ya sok cool itu tetap wajiblah.

"Ma, Kakak malu..." tangisnya pecah.

Aih...tidak sanggup bertanya sebabnya, tapi yang pertama kupeluk dulu gadis remajaku ini. Tidak berpikir yangg ane…

Pelajaran dari Tukang Babat Rumput

Gambar
Tulisan ini hasil obrolan suamiku dengan tukang babat rumput langganan. Dia datang hanya pada hari Minggu, sebulan sekali. Rumahnya jauh, berkilo-kilo dari tempat tinggal kami, belum pernah berkunjung, tapi kata suami mereka sering ketemu di mesjid Helvetia masa dulu menjeput Syafira bimbingan di jl. Iskandar Muda.

Banyak tukang babat, tapi suami tidak memperbolehkan cari yang lain, meski kadang rumput di samping sangat subur apalagi di musim hujan. Hasil kerjanya bagus dan rapi. Kalau ingin datang, ia akan sms terlebih dahulu pada suami, langsung diiyakan walau kami di luar rumah.

Ia cerita, anaknya ada 5, penghasilannya hanya dari membabat dari rumah ke rumah. Tapi yang kami kagumi, anak sulungnya, perempuan, punya semangat belajar yang bagus. Bapaknya sempat minder, sewaktu anaknya lulus di MAN 2 Percontohan. Sebaliknya, sang anak malah percaya diri, aktif di organisasi. Dulu, bapaknya sempat bingung mengadakan seragam karena bagi mereka harganya lumayan mahal.

Hari ini, obrolan m…

Dampak Positif dan Negatif dari Hobi Belanja

Gambar
Perempuan identik dengan label ‘hobi belanja’. Tapi benarkah hanya perempuan saja yang memiliki hobi tersebut? Ternyata hobi belanja tidak mengenal jenis kelamin, laki-laki juga bisa memiliki kecendrungan yang sama. Apakah ini kelainan? Bisa jadi. Disebut kelainan jika sudah mengarah kepada kecanduan belanja. Keterangan berikut ini mungkin bisa membedakannya; Hobi belanja, seseorang yang ketika melakukan aktifitas ini merasa bahagia, rileks dan puas. Kecanduan belanja, seseorang yang tidak dapat menahan diri untuk tidak membeli sebuah benda yang dinilai menarik perhatian, tanpa meninjau kebutuhan dari barang tersebut. Seseorang  yang gemar berbelanja selalu dicap boros dan suka menghamburkan uang. Tapi ternyata, ada sisi positif dari hobi belanja tersebut, antara lain:
-Berbelanja menambah wawasan, khususnya mengenai perbandingan harga barang.
-Menjadi ladang bisnis, ketika seseorang sudah mengetahui perbedaan harga barang pada tempat tertentu, hal ini bisa dimanfaatkan untuk menjual dengan…

Brunch itu Apa Sih?

Gambar
Istilah brunch mungkin belum begitu akrab di telinga orang Indonesia. Beda dengan istilah lainnya, semisal breakfast, lunch, dinner, atau coffee break.

Brunch adalah sebuah penamaan waktu makan. Aktifitas tersebut sering kita lakukan tapi belum ada sebutan akrabnya di Indonesia. Kalau disebut sarapan sudah kesiangan; tapi kalau dinamakan makan sore, masih terlalu siang. Waktunya sekitar pukul 10.00 sampai pukul 15.00.

Istilah brunch pertama kali dipopulerkan di Inggris pada tahun 1890-an. Di akhir pekan warga Inggris memiliki kebiasaan berburu bersama teman-teman dekat. Sebelum pergi berburu, mereka hanya makan kudapan sebagai pengganjal perut, baru setelah mendapatkan hewan buruan mereka memasak dan menyantapnya bersama saat makan siang. Di Amerika brunch menjadi populer di tahun 1930an, Chicago's Ambassador Hotel yang pertama kali memperkenalkannya. Indonesia sendiri mengenal istilah ini pada tahun 1990an.



Brunch tidak melulu menyatukan waktu sarapan dengan makan siang. Kita ya…

Ketika Ponsel Berada Diantara Kita

Gambar
Haduh bingung mau nulis apa, mood babarblas ilang. Aku sebenarnya mau ngapain sih ya? Punya blog banyak dianggurin. Ekspektasi ingin aktif ngisi blog, nulis apa saja, enggak peduli temanya apa, pokoknya nulis!! Niatnya menciptakan blog sebagai teman curhat, tapi sesudah punya malah tidak disapa setiap hari? Teman semacam apa sih aku ini?

Mak, mengawali satu kalimat tadi aku asal saja lho, serius. Memang sedang kesal sama pikiran dan tangan sendiri. Lalu ketika bertemu dengan kata "Teman seperti apa sih aku ini?" eh kok jadi punya ide untuk nulis tentang teman?

Iya, teman seperti apa ya kita bagi orang lain?

Mak, mencari teman sih gampang, asal mau buka mulut, menyapa terlebih dahulu, di sebuah setasiun pun kita bisa mendapatkan seorang teman. Teman apa? Ya minimal teman ngobrol hal-hal remehlah. Masa iya baru kenal langsung ngomong hal-hal pribadi? Mencari teman bicara saat perjalanan jauh bisa jadi hal yang mengasyikkan saat kita bepergian seorang diri. Kita punya peluang …

M-Avenue Tempat Diskusi yang Cozy

Gambar
Smoking area

Pertama kali menikmati soto di Jawa, aku dan suami pandang-pandangan keheranan saat pesanan dihidangkan di depan kami. Ya heran aja Mak, kalau di Medan soto itu pakai santan. Kadang ada yang berkuah santan kental tapi ada juga yang menggunakan santan kedua, alias encer. Apa kami salah pesan ya, mungkin disangka sop?

Warna kuahnya kuning juga, tapi bening, ada bihun dan potongan telur. Ya meskipun di luar ekspektasi,tapi kayaknya cuma karena gak biasa aja sih ya, kami mencobanya.sambil cengar-cengir. Tapi begitu diseruput, wow...mantab jiwa..Rasanya nikmat dan memberikan sensasi segerrr, ya nyaris-nyaris samalah dengan kalau kita menyeruput kuah bakso gitu.

Sejak itu suami malah suka dengan soto-soto yang ada di Jawa. Pernah sampai bosan tiap hari makan soto sewaktu ke Jogja. Kalau gak sarapan ya bisa di waktu makan siang atau malam. Karena segarnya itu yang buat ketagihan , apalagi kalau sotonya pedes , wih . . .

Jadi kemarin…