Selasa, 28 Maret 2017

Brunch itu Apa Sih?



Istilah brunch mungkin belum begitu akrab di telinga orang Indonesia. Beda dengan istilah lainnya, semisal breakfast, lunch, dinner, atau coffee break.

Brunch adalah sebuah penamaan waktu makan. Aktifitas tersebut sering kita lakukan tapi belum ada sebutan akrabnya di Indonesia. Kalau disebut sarapan sudah kesiangan; tapi kalau dinamakan makan sore, masih terlalu siang. Waktunya sekitar pukul 10.00 sampai pukul 15.00.

Istilah brunch pertama kali dipopulerkan di Inggris pada tahun 1890-an. Di akhir pekan warga Inggris memiliki kebiasaan berburu bersama teman-teman dekat. Sebelum pergi berburu, mereka hanya makan kudapan sebagai pengganjal perut, baru setelah mendapatkan hewan buruan mereka memasak dan menyantapnya bersama saat makan siang. Di Amerika brunch menjadi populer di tahun 1930an, Chicago's Ambassador Hotel yang pertama kali memperkenalkannya. Indonesia sendiri mengenal istilah ini pada tahun 1990an.



Brunch tidak melulu menyatukan waktu sarapan dengan makan siang. Kita yang biasa makan tiga kali sehari pun sah-sah saja jika mau ngebrunch. Jeda waktu dua jam antara sarapan dengan makan siang membuat lambung kita kembali kosong, kita kembali merasa lapar. Jika dibiarkan asam lambung akan meningkat, sehingga harus ada makanan yang tidak terlalu berat untuk kembali menyetabilkan kondisi lambung. Nah waktu-waktu seperti inilah yang cocok dipakai untuk ngebrunch. Boleh langsung ke menu mengenyangkan atau makanan ringan terlebih dahulu.

Di kalangan mahasiswa kebiasaan waktu makan seperti ini sudah sangat lazim. Mereka melakukannya bukan karena gaya hidup, tapi karena keharusan. Bisa karena menghemat, mengejar waktu kuliah, atau telat bangun akibat tidurnya kemalaman. Sarapannya terlewat, sekalian saja makan mendekati jam makan siang. Untuk mengatasi rasa lapar, biasanya mereka makan sedikit kudapan. Tapi di kota-kota besar, brunch sudah menjadi gaya hidup, menjadi ajang silaturrahmi, yang dilakukan sambil kongkow-kongkow di hari libur, atau weekend bersama kerabat atau rekan bisnis..Biasanya mereka membawa serta anggota keluarg. Jadi meskipun libur bisnis tetap jalan, kumpul keluarga pun tidak dilupakan. 

Minggu, 26 Maret 2017

Ketika Ponsel Berada Diantara Kita



Haduh bingung mau nulis apa, mood babarblas ilang. Aku sebenarnya mau ngapain sih ya? Punya blog banyak dianggurin. Ekspektasi ingin aktif ngisi blog, nulis apa saja, enggak peduli temanya apa, pokoknya nulis!! Niatnya menciptakan blog sebagai teman curhat, tapi sesudah punya malah tidak disapa setiap hari? Teman semacam apa sih aku ini?

Mak, mengawali satu kalimat tadi aku asal saja lho, serius. Memang sedang kesal sama pikiran dan tangan sendiri. Lalu ketika bertemu dengan kata "Teman seperti apa sih aku ini?" eh kok jadi punya ide untuk nulis tentang teman?

Iya, teman seperti apa ya kita bagi orang lain?

Mak, mencari teman sih gampang, asal mau buka mulut, menyapa terlebih dahulu, di sebuah setasiun pun kita bisa mendapatkan seorang teman. Teman apa? Ya minimal teman ngobrol hal-hal remehlah. Masa iya baru kenal langsung ngomong hal-hal pribadi? Mencari teman bicara saat perjalanan jauh bisa jadi hal yang mengasyikkan saat kita bepergian seorang diri. Kita punya peluang mendapatkan teman baru atau memperhatikan sekeliling sembari menunggu.

                     Tidak perlu mengenal orang baru 😥


Tapi itu zaman dulu, sebelum munculnya ponsel-ponsel pintar, kalau sekarang sepertinya enggak ada lagi perasaan jenuh saat menunggu. Kalau dulu orang membunuh bosan dengan membaca buku, sekarang justru waktu 24 jam tidak cukup, di sela-sela waktu kumpul bersama keluarga atau teman-teman dekat pun mata dan tangan kita rasanya tidak bisa tidak kotak-katik ponsel.

Benarkah sepenting itu sehingga kita seperti orang yang tidak punya waktu untuk memberikan perhatian pada orang yang berada di dekat kita? Apakah kita akan kehilangan uang milyaran sehingga setiap saat adalah waktu untuk memantau layar ponsel?

Sudah banyak meme sindiran tentang betapa ponsel sudah membuat kita tidak peduli dengan orang lain. Bahkan para orangtua sudah banyak yang lengah memperhatikan keperluan keluarganya, tapi sangat peduli dengan orang-orang yang dikenal lewat dunia maya. Senyum, berkomentar manis, mengapresiasi sebuah unggahan tanpa diminta, kita ikhlas sekali melakukannya. Giliran diajak bicara enggak nyambung, bukan karena tulalit, tapi memang kurang fokus.

Ponsel juga menyebabkan hubungan suami istri jadi renggang. Sepintas rasanya tidak mungkin, tapi kejadian itu memang banyak terbukti. Semula, sebelum adanya ponsel pintar, sebelum suami/istri aktif di media sosial, kehidupan rumah tangga baik-baik saja dan sewajarnya. Setelah mengenal sosial media mulai banyak tuntutan, mulai membandingkan, akhirnya terjadi perselingkuhan. Banyak yang berakhir dengan perceraian.

Apakah sebaiknya tidak menggunakan ponsel saja? Tidak masalah tidak memilikinya, tapi tuntutan zaman mengharuskan kita menggunakannya.

Kan ada telepon rumah? Ya benar, tapi belakangan penggunaan telepon kabel hanya di kantor dan instansi saja, lebih banyak yang menggunakan ponsel. Selain praktis, kita dengan mudah menghubungi orang yang kita butuhkan tanpa harus menunggu.

Lalu bagaimana sebaiknya?

Simpanlah ponsel saat kita bersama orang lain. Hargailah teman bicara. Jangan sampai orang lain tersinggung hanya karena kita mengabaikan saat seseorang berbicara. Gunakan ponsel hanya ketika menerima panggilan telepon. Jika mendesak untuk menelepon, mintalah izin sebentar pada teman bicara kita tersebut.

Memantau akun sosial media bukan suatu hal mendesak, bisa ditunda kapan saja. Jika orang yang berkirim pesan sangat membutuhkan jawaban, tentu mereka akan menghubungi lewat panggilan. Jadi memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan bila beberapa saat kita menyimpan ponsel serapat mungkin.












Rabu, 08 Maret 2017

M-Avenue Tempat Diskusi yang Cozy


                                              Smoking area

Pertama kali menikmati soto di Jawa, aku dan suami pandang-pandangan keheranan saat pesanan dihidangkan di depan kami. Ya heran aja Mak, kalau di Medan soto itu pakai santan. Kadang ada yang berkuah santan kental tapi ada juga yang menggunakan santan kedua, alias encer. Apa kami salah pesan ya, mungkin disangka sop?

Warna kuahnya kuning juga, tapi bening, ada bihun dan potongan telur. Ya meskipun di luar ekspektasi,tapi kayaknya cuma karena gak biasa aja sih ya, kami mencobanya.sambil cengar-cengir. Tapi begitu diseruput, wow...mantab jiwa..Rasanya nikmat dan memberikan sensasi segerrr, ya nyaris-nyaris samalah dengan kalau kita menyeruput kuah bakso gitu.

Sejak itu suami malah suka dengan soto-soto yang ada di Jawa. Pernah sampai bosan tiap hari makan soto sewaktu ke Jogja. Kalau gak sarapan ya bisa di waktu makan siang atau malam. Karena segarnya itu yang buat ketagihan , apalagi kalau sotonya pedes , wih . . .

Jadi kemarin bersama kawan-kawan Perispindo mengadakan rapat di M-Avenue, sebuah cafe and resto, yang terletak di jalan Multatuli blok F 18-19 Medan . Waktu lihat daftar menu ada soto Surabaya, langsung teringet. Aku pede aja , pesen soto. Kenapa aku bilang pede,ya karena ini kan di Medan , apa sama rasanya ?
Penampakan Soto Surabaya di Medan 

Terus terang semula ragu , soalnya daftar menunya bukan seperti tabel biasanya gitu , warna-warni gambarnya , sehingga mengundang selera , tapi ini di selembar kertas loh, tanpa gambar lagi. Apakah karena kami sudah pesan tempat dan paket sejak dua hari sebelumnya ?

Menunggu pesanan aku mengabadikan beberapa spot di cafe tersebut. Saat foto-foto, sempat mengagumi desain interior cafe ini, kesan countrynya kental sekali, meja kursi terbuat dari bahan kayu yang kokoh, tangga, partisi ke tiap ruangannya terbuat dari kayu juga. Cekrak-cekrek sampai ke lantai dua , hem . . .ada smoking areanya juga , gak bakalan terganggu deh orang-orang yang tidak suka asap rokok. 👍
                  Termasuk smoking area, di lantai dua


Pesanan masing-masing teman beda-beda (ada yang sama juga sih), datang  susul-menyusul, dan saat pesananku datang , cess.. langsung terbit liurku, pas bener Mak. Bedanya di sini mangkuk perseginya ukuran jumbo, aku langsung bisa nebak, gak bakalan habis, soalnya porsi makanku memang sak uprit. Belum lagi lihat nasinya, memang tampilannya kecil karena disajikan di piring besar, tapi ampun Mak, asli aku gak habis... Dan rasanya... benar-benar segerrr..... Tapi sayangnya jadi kurang panas sewaktu kuseruput, sibuk fotoin makanannya sih ,ya tapi kalau gak gitu tentu bentuk penyajiannya tidak utuh lagi kan?

Mak, M-Avenue cocok buat ngumpul bareng teman-teman. Kemarin itu ruangan disulap jadi tempat rapat, yang aslinya satu meja dengan empat kursi, standar cafelah tentunya. Kami berjumlah 24 orang waktu itu, dan pesan paketan, asli mak murah. Satu paket harganya Rp.65.000 meliputi makanan utama, minuman (jus, coklat, susu dan sejenisnya), kudapan (kentang goreng, urap, pisang keju dsb) ,penutupnya es krem(rasa vanilla, stroberi dan coklat)..Dijamin kenyanglah pokoknya . (mau rapat apa makan ya?)😁

                                Sebagian pesanan kami


Ini rekomendasi emak-emak ya,yakinlah...karena pesanan kami beda-beda, bisa saling icip-icip (emak-emak tuh cuek abis loh...).Hem...semua bilang enak, bukan cuma pesananku saja yang kukasi jempol sendiri, ada yang bilang “lumayan” juga sih. Dan namanya emak-emak, kalau kurang mantab santai saja bilang “kurang” wkwkwk...

Berbarengan dengan kami kemarin ada rombongan anak sekolah yang jumlahnya nyaris sama  banyaknya (gak ngitung, sibuk ngomong). Nah kalau anak sekolah aja bisa kongkow di situ apalagi emak-emak?

                       Nah... Jadi ruangan rapat kan?😁


Hubungannya apa ya? 😰 Ya, sama-sama cuek kalau sedang seru bicaralah ... Wkwkwk .

Udah gitu aja ya Mak, cozy kok tempatnya.. 👍

Minggu, 05 Maret 2017

Membeli Kenangan


Beda dengan sulungku Syafira, waktu pulang liburan kemarin, dia bilang, juga analisa kawan-kawannya, bakso langganan mereka pas zaman sekolah, sekarang sudah tidak  seenak dulu. Padahal baru beberapa hari meninggalkan dunia seragam sih? 😁

“Bakso tempat kami makan gak seenak dulu, Ma..."  sepulang nostalgiaan beberapa waktu lalu.
“Kok bisa? Dulu dipuja mati-matian..” ledekku.
“Iya, entah kenapa gak mantab lagi.."

Ciee... yang kepak sayapnya makin tinggi...😜😜

Kalau kata papanya itu bukan baksonya yang berubah rasanya. Kalau pedagangnya masih orang yang sama, dengan racikan yang sama pula , bisa dijamin tidak ada pengurangan bahan bakunya, maka rasanya masih sama. Memangnya mau dijauhi konsumen?

Kemungkinan anak-anak yang sudah beranjak dewasa ini punya pengalaman baru terhadap cita rasa bakso-bakso yang lain . Kalau dulu jajannya kelas anak seragam sekolah , sekarang sudah beralih ke selera mahasiswa. Apalagi beda propinsi beda pula kekhasan rasa makanannya.

Kami pernah mencoba bakso andalan Syafira dan kawan-kawannya, penasaran juga , soalnya kalau makan bakso di tempat lain menurutnya masih kurang .
Kalau menurut kami sih biasa aja, malah suami ngeledekin begini , "Ini bukan bakso, tapi misop..."
“Bakso loh Pa, bakso ayam...."  belanya kenceng waktu itu.

Misop cuma ada di Medan kayaknya ya?

Bukan sop mie loh , memang orang Medan menamainya dengan misop . Ada dua jenis , misop daging atau misop ayam . Kebanyakan misop ayam, jarang daging. Berkuah kaldu, mienya boleh dari bihun atau mie kuning , pakai kerupuk , ayamnya disuir , pakai tambahan tahu boleh juga . Kerupuknya khas, bisa kerupuk merah putih (aslinya), belakangan banyak menggunakan kerupuk merah .Apakah kerupuk merah putih sudah langka atau lebih mahal? Butuh survey nih...😁

                                                 Misop

Misop itu beda dengan bakso loh ya...harga misop lebih murah dibanding bakso , tapi urusan penggemar, misop tetap masih disukai kok👍

Tapi aku, sejak zaman SMA, bersama teman-teman, punya bakso kesayangan yang sampai sekarang masih kusukai. Mungkin bagi orang lain biasa saja, atau bahkan gak ada istimewanya.

Kalau tidak karena jauh, mungkin akan lebih sering dibanding masa SMA dulu kukunjungi. Sayangnya, jalan Bengkalis itu jauuhh dari rumahku. Mesti mikir berkali-kali kalau mau motoran ke sana. Ngangkot gitu? Ya mikir jugalah, masa mau makan bakso seserius itu, sedang di Marelan ini puluhan warung sudah ada, belum lagi misopnya. Tapi demi cinta itu , suami sering kupaksa ke sana, walau sering komen “Makanan anak sekolah " ... 😁

Sudah berapa lama coba? Aku masih setia pada bakso Bengkalis? Dua puluh tiga tahun , Maaak . . .


Rasanya tidak ada yang berubah, masih seperti dulu, juga masih menyediakan es sirup murah kelas anak sekolah, rasa asem yang warna hijau , dan warna merah rasa stroberi . Sudah ada tambahan menu lain, ada mie ayam segala.

Zaman SMA, makan bakso jarang bayar sendiri, sering ditraktir, masa itu bersama temanku yang bernama Juli, kami suka dimintai tolong menemani kawan yang sedang kasmaran.. Kemana pasangan itu jalan, kami diajak, kenyang dong hahahaha.... Mau ajak cewek gebetannya meski sepaket dengan sahabatnya. Mana ada istilah kambing congek, wong kami tidak diam mendengarkan, tapi kami sibuk makan terus......

Apa sih yang  buat ngangeni dan tetap jadi bakso idola buatku ya? Padahal bihunnya juga yang kiloan, jenis bihun zaman baheula, kalau yang belakangan kan pakai bihun jagung, daerah lain gitu juga, Mak?

Warna bihun kiloan itu kan butek,terasa kasar lagi di lidah,kalau bihun jagung bening dan lembut, tapi aku sukaaaa.. Entah kenapaaa....

Mungkin pada memorinya ya?

Masa remaja makan rame-rame sama kawan, ributnya minta ampun, terus suka iseng nambahin cabe ke mangkuk seseorang hahahaha... Entahlah mungkin juga. Tapi bisa jadi karena gratisnya... haiss.. 😁

Kunamakan beli kenangan... 😂😂

Rabu, 01 Februari 2017

Pilih Mana, Karpet atau Tikar Rotan?


Pernah punya pengalaman dengan karpet bulu yang baunya apek gak ketulungan, Mak? Atau yang menyerupai bau kotoran kucing bersebab kena tumpahan air? Aduh kalau itu amit-amit ya keselnya?

Sejak punya anak kedua , aku beralih ke tikar rotan,Mak. Udah lamalah itu, dua belasan tahun yang lalu. Tapi sewaktu di rumah ada acara wiridan ibu-ibu (seperti majlis taklim gitu) karpet sak nyumlik yang ikut kugelar mungkin ketumpahan air. Akibatnya,  garasi yang merangkap sebagai gudang itu berbau gak jelas . Seperti bau bangkai cicak , bau kotoran kucing , bau apek , ah entahlah . .

Hampir satu minggu aku dan kakak yang bantu-bantu, bebersih rumah dibuat bingung mencari asalnya bau. Bongkar sana-sini , menajamkan penciuman , memeriksa segala penjuru . Sampai akhirnya menyerah sebab sumber bau tidak kunjung kelihatan .

Hingga tanpa sengaja aku menggeser gulungan karpet ukuran 1,5 x 2m yang berdiri manja di pojokan . Daaan . . . terungkaplah misteri berhari-hari ini .
***
Dulunya karpet mungil ini kuletakkan di bawah meja ruang tamu .Tapi karena berpotensi menyimpan debu , akhirnya kugulung dan kusimpan saja di garasi . Dua karpet berukuran besar tidak sering kupakai , kalau kedatangan banyak tamu baru kugelar.

Untuk sehari-hari aku lebih suka pakai tikar berbahan alami dari rotan. Perawatannya mudah, tidak menyimpan debu dan gampang sekali dibersihkan. Satu lagi tidak perlu dibawa ke jasa cuci karpet segala. Aku bisa leluasa membersihkannya sendiri,

Kalau cara yang kupakai sih standar saja, menyemprot dengan air kran, menggosoknya dengan spon lembut yang sudah diberi cairan sabun, kemudian dibilas, selesai deh. Lalu dijemur, aku kuat mengangkatnya sendiri, karena memang tidak menyimpan air jadi tidak berat. Tikar rotan juga bisa dijemur di tali jemuran biasa, yakan?

Ada cara lain untuk membersihkannya.:

Campur segenggam garam dalam air hangat, ya takaran airnya disesuaikan Mak,kira-kira bisa membasuh seluruh permukaan tikar tentunya . Kalau garamnya , cobalah dirasa-rasa , asinnya sudah pas apa belum? (lah ini tips mencuci tikar apa masak ya? * aneh . . ) 😱😱

Untuk membilasnya gunakan air dingin. Jemur di terik matahari hingga benar-benar kering. Kalau masih lembab bisa berbau tidak sedap nantinya.

Tikar berbahan alami tidak mengandung zat yang berbahaya bagi lingkungan. Selain itu karena memiliki sirkulasi udara berupa pori-pori maka keringat atau cairan lain bisa keluar. melalui celahnya.

Mak , meski tikar tidak digunakan , sering-seringlah dijemur. Jangan menggelarnya terlalu lama karena permukaan lantai kan lembab. Jika hendak menyimpan bungkuslah ujung tikar dengan plastik,untuk menghidari masuknya serangga .

Tapi Mak, tikar berbahan alami memang ornamennya kurang berseni ya? Beda dengan karpet, meskipun secara fungsi keduanya sama saja .Harganya juga tidak jauh beda.

Selain berkesan mewah, karpet juga memiliki motif beragam, mulai dari corak tumbuhan, hewan, kotak , lingkaran dan bentuk unik lainnya. Kalau emak-emak kan suka yang genjreng-gejreng gimanalah gitu . . . . 😁



Karena keindahannya itu orang-orang mau bersusah payah berberat-berat ria untuk merawatnya . Jasa pencucian karpet pun mudah ditemui. Kalau di Medan, hampir setiap doorsmer merangkap cuci karpet. Harganya kisaran 50K / karpet.

Jika karpet kita gunakan sehari-hari , apalagi yang masih memiliki balita, tentu harus ekstra rajin membersihkannya. Sebab debu dan bau tidak sedap akibat ketumpahan cairan bisa mengundang penyakit, apalagi bagi yang memiliki riwayat alergi.

Berikut ada beberapa cara membersihkan karpet yang mudah tanpa bolak-balik ke jasa pencucian karpet. Emakbisa melakukannya dengan cepat .

- Gunakan penyedot debu, tapi sebelumnya letakkan  kain tipis berserat jarang di atas karpet. Gunanya agar saat proses penyedotan tidak merusak bulu. Sayang kan Mak  kalau karpet berbulunya jadi gak empuk lagi?

- Untuk membersihkan noda bisa digunakan bahan pembersih buatan sendiri dari campuran cuka , detergen dan air hangat.

- Jika karpet berbau tidak sedap seperti bau hewan peliharaan, rokok dll, taburilah permukaan karpet dengan bedak bayi. Diamkan sekitar 12 jam, lalu bersihkan dengan mesin penghisap debu.

Mudah kan Mak?

Jangan malas membersihkan karpet Mak. Jangan sampai keindahannya berkurang karena bau tidak sedap.
Selamat mencoba... 

Selasa, 24 Januari 2017

Emak-emak dan Maticnya



Padahal bobot tubuhku bukannya yang kurus-kurus amatlah . Wong masih berpikir untuk mengembalikan ke postur ideal, emm..paling gak ya mendekatilah. Makanya paling males nimbang badan. Timbangan  standby di dapur loh, kuletakkan di sebelah kulkas, buat jaga-jaga, ngingetin diri kalau pas bawaan mau makan terus, lirik timbangan di samping meja makan, whahaha.... Tapi sering gagal, gas poll..😪😪

Tapi yaitu ...aku selalu gak mampu untuk ngengkol motor . Ngerti kan ngengkol? Di Medan ngengkol itu maksudnya menyalakan mesin motor tanpa menghidupkan tombol 'start', manual kayak dulu, zamannya motor matic belom beserak.

Aku itu sudah hampir setahun pensiun jadi Mak gojek . Semenjak si bungsu menolak dianter jeput. Sudah besar katanya, enakan ngangkot rame-rame sama kawan-kawan. Otomatis motor mangkrak di rumah.

Alhamdulillah cuma punya satu , coba kalau segarasi , apa gak bisa buka showroom sekalian? Paling dibawa bolak-balik mesjid sama Kakang Honey. Selebihnya seminggu sekali ke warung tetangga buat belanja dapur. Kalau keluar pun gak jauh-jauh, palingan seputaran beli keperluan.

Eh kalau di Medan menyebut sepeda motor itu kereta atau honda...😁😁

Jadi gitulah, motor pas mau dimasukin garasi kok ngambeg Tiba-tiba menolak start, yang bikin sebel itu moment ngengkol. Belum apa-apa ya akuh langsung ilfill, bakalan rusak badan, pegel-pegel udah pastinya hahahaha...

Ya benar saja, kemarin malam aku sukses gak bisa ngengkol. Dengan terpaksa motor kusorong menuju garasi. Gak masalah sih nyorong, tapi mikirin besok mau dibawa ke bengkel mau tak mau mesti ngengkol juga. Jarak bengkel dan rumah lumayan bikin semaputlah kalau motornya disorong. Mana suami kerja lagi....

Pagi-pagi mulai beraksi....

Sulung untungnya masih di rumah, belom balik ke Semarang, masih libur kuliah. Tadi malam suami merekomendasikan si Sulung untuk ngengkol, selama ini, meski dia bertubuh langsing tapi tenaga jangan diragukan. Gadisku ini memang kuat tenaganya, mungkin karena masih muda ya?

Berdua kami bekerjasama memanaskan motor yang kalau kata suami mungkin bermasalah dengan batre /akinya. Perlu waktu bermenit, karena sulung kan belum pernah ngengkol juga.  Belajar mengendarai motor ya yang dipakai jenis matic.

Sampe bengkel laporan sama resepsionis, gak tanggung-tanggung , selain servis mesin dan rutin ganti oli , mohon untuk dicek spedometernya, rem , klakson dan akinya. Padahal aku rutin servis lo, tapi biarin, mumpung sedang di bengkel. 😜😜

Rasanya geli sendiri Mak, berasa baperan. Pas ketemu sama psikiater langsung curhat segala-gala. Tapi aku gak salah kan ya, daripada bolak-balik?

Lalu duduk di ruang tunggu yang letaknya pas bener sama work shopnya. Aroma oli menyengat, tapi aku senang lo Mak bau oli. Aneh gak sih ini? Makanya dilarang tu kan mencium bau bensin dan sejenis pada jarak dekat? Selain bisa kecanduan ya tidak bagus kan untuk kesehatan?

Ampuuunlah tadi itu di work shop...😵😵

Montirnya semangat 45 nggeber knalpot. Bukan salahnya sih , memang harus begitu kan? Tapi kurasa letak ruang tunggu ini yang kurang pas. Gada penghalang suara samasekali. Di ruang tunggu ada televisinya, tapi apa gunanya coba...

Tadi itu bersamaan dengan dua bapak, satunya sebaya denganku , satunya lagi sudah tua . Serius sekali mantengin berita sidang Ahok,  ya gak kedengeranlah.Bapak yang tua ambil remote tv, dan volumenya dikencengin,  hahaha.. making seru, hingar bingar.

Aku kalem saja, merasa sudah tidak ada harapan mengikuti jalannya berita wkwkwk....

Ambil majalah di rak, lah kok isinya katalog Sophie Martin? Yang laennya majalah otomotif, alamak....

Montir yang nanganin motorku mendekat, menceritakan masalah yang diderita motorku . Total-total kenaknya daleeemm Mak... nyaris Rp. 400.000. Kalau buat sebuah sepeda motor kan lumayan tuh. Longok dompet...oii apa gak bisa kurang nih? Naluri emak-emak pengen nawar whahaha...

Ya sudahlah pasrah, memangnya bisa betulin sendiri apa?
Segera cek mbah Google, merasa gak rela, penasaran, rajin servis kok kerusakan menyamai benda purbakala tanpa perawatan ya?
Hasilnya ini, Mak, aku dapet linknya www.otojan.com,

Cara Merawat Aki Kering Agar Tahan Sampai 5 Tahun.

Cara Merawat Aki Kering
1.Panasi kendaraan tiap hari selama 5 – 10 menit
Memanasi motor tidak hanya bertujuan untuk membuat mesin motor awet tapi juga bisa membuat aki tetap stabil.

*Setiap hari dipanasi sih Mak , tapi kurasa gak sampe 10 menit .

2.Berkendara di atas kecepatan 60 km/jam selama 10 – 20 menit.
Hal ini bukan bertujuan untuk mengajak anda kebut – kebutan di jalan bukan, tapi bertujuan agar pengisian aki dapat berlangsung dengan arus listrik yang full bukan setengah – setengah. Berdasarkan pengamatan saya motor yang jarang di pakai / berjalan lambat akinya hanya mampu bertahan 1 tahun sedangkan motor yang sering digunakan jalan cepat akinya dapat bertahan hingga 5 tahun.

* Nah....kurasa inilah sebab utama aki motorku cepat soak .

3.Jangan menggunakan aksesoris tambahan
penggunaan aksesoris tambahan seperti lampu HID atau klakson besar akan menyerap arus listrik yang besar pula dan akhirnya akan memperpendek umur aki.

* Ini bukan aku banget, Mak . Motorku dari beli ya asli , kalau ada yang harus diganti pun belinya di bengkel resmi . Cupu banget kan? Hihihi . . . .

4. Jangan memaksakan electric starter bila motor sulit hidup
Idealnya menekan electrik starter adalah 5 detik. Apabila lebih dari 5 detik motor tidak mau nyala sebaiknya di hentikan dan tunggu jeda 5 detik lagi baru di pencet lagi tombol electric starter, karena electric starter sendiri menyerap arus listrik yang lumayan besar dari aki, jadi beri kesempatan aki untuk kembali stabil.

* Nah . . . Nah . . .sering nih, sering banget whahaha . . .

5. Periksa kabel terminal
sesekali periksa kabel  yang menghubungkan aki supaya terminal aki tetap pada kondisi bersih dan usahakan mur / baut aki dalam kondisi kencang. Hal ini bertujuan agar terminal aki tidak mudah keropos.

* Kalau ini saat servis ke bengkel.  Mana pula emak-emak kayak aku ini ngerti otomotif.

Mak, itulah tips merawat aki motor. Meskipun sudah pensiun jadi pembalap, jangan lupa tetap balap-balapan kayak tips no. 2 hahahaha...

Ups kidding Mak!! 😁😁

Rabu, 18 Januari 2017

Bibit Kekerasan jangan Dibiarkan



Bukannya marah, aku malah geli waktu mendengar percakapan mereka ini ..

Mamanya Zaki tidak bisa menahan kesal, maka bocah berpipi montok itu habis kena omel. 😁

“Aduh Deeek..kan udah Mama bilang, jangan suka berantem."

Si Zaki nengokin mamanya tanpa rasa gusar, muka kekanak-kanakannya bikin aku senyum-senyum.

“Tulah Pak, saya gak cocok sama pendapat papanya dan abangnya Kek ginilah, Zaki asik disuruh berani ngadepin orang. Selalu dibilang, 'Kau laki-laki, jangan nanges, jangan bawak air mata pulang. Lawan aja, jangan jadi pelor...” mama bicara penuh semangat .

“Sampe kata abangnya, ada barang apa lemparkan!"

“Jadi kalok luka?” Mama cerita bantahan Zaki.

“Lukak kan ada rumah saket, diobati.. Kek gitulah Pak ajaran orang tu.  Saya selalu bilang, ‘ Jangan ya Nak...gak boleh ‘”

Diskusi kami kemaren jauh dari marah-marah. Padahal bu Nurhayati Chaniago, yang anaknya juga kena pukul, kepalanya masih benjol sampe sekarang.

Mendengar kronologi mamanya Zaki bercerita, pola asuh yang tak sama antara Papa, Mama dan abangnya membuat si anak lebih memilih pro papa dan abang. Tidak lain biar diakui kelelakiannya.

Kata mamanya Zaki dulu anak yang manis, masa SD rajin mengaji, tahfiz, lomba busana dan kawannya banyak anak cewek.

Masuk SMP semua berubah,  dulu sholat tanpa diingatkan, sekarang disuruh pun susah. Dia bilang kata orang-orang kayak orangtua aja sholat 😢

Usia SMP adalah usia rawan, mereka sedang mencari jati dirinya, butuh pengakuan dan menunjukkan eksistensinya.

Kata wali kelas dan guru BK, emosi mereka gampang terpancing, cuma karena saling senggol dan bereng (lirik) aja bisa jadi masalah.

Kalau kejadian pada anak-anak di atas, cuma perkara ditertawakan. Si Zaki tidak senang diketawai oleh Luthfi dan Rayyan saat main game berkelompok. Menurutnya mereka nglece. Nglece itu bahasa Medan yang artinya ngejek 😁.

Zaki dinilai tempramental, teman-temannya sendiri yang memberi kesaksian, kalau dia ringan tangan.

Menurut sang Mama sebenarnya ni anak baik dan dermawan. Kalau punya uang suka diabisin buat dibagi-bagi sama pengemis yang ditemui. 👍

“Tapi Buk, Zaki sering cerita tentang Rayyan.. Rayyan gitu, gak ada masalah keknya , tapi kok marahan?” tanya mamanya Zaki kemudian .

Di rumah kutanya sama Rayyan tentang ini, “Iya, dia baek sama Rayyan, tapi suka iseng.”

Hari Jumat ini bentuk keisengannya yang mengkhawatirkan berkelanjutan .

Wajarlah anak-anak bercanda yakan , tapi kalau sudah menjurus penyerangan fisik janganlah  dibiarkan berlarut. Apalagi di kalangan anak laki-laki.

Dan sebenarnya anak kami bukan lebay, sedikit-sedikit mangadu ke orangtua, bahkan mamanya Luthfi tidak tahu kejadian tersebut seandainya tidak kutelepon.

Masalahnya, Zaki sudah berulangkali melakukan keisengannya.

Rayyan biasa bercerita apa pun padaku. Walau sebelum mulai cerita didului dengan ancaman , “Mama jangan lebay ya?” Wkwkwk . . . Emak-emak memang suka lebay, panikan.😜

Wali kelas dan guru BK mengapresiasi positif pada diskusi tiga orang emak ini (aku , mamanya Luthfi dan mamanya Zaki). Diputuskan Zaki akan didampingi sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Mungkin hingga ia dinilai benar-benar berubah.

Guru BK bilang (siapa ya namanya? Kenapa gak nanya kemarin ya?😰) bibit kekerasan, apalagi di sekolah harus diputus mata rantainya.  Jangan sampai terwariskan pada adik kelas.

Kan ada tu, abang kelas membully adik kelas , tidak dilaporkan , karena takut diancam , akibatnya kegiatan itu terus terjadi hingga seolah menjadi tradisi .

Orangtua dan guru harus bekerjasama. Anak-anak harus terus diperhatikan perkembangannya tapi  tanpa mereka sadari kalau  kita sedang mengawasi (jangan over protektiflah, Mak. Sayangnya kadang-kadang orangtua malah justru jadi paranoid. Ke sana tak boleh , kesini dilarang, melakukan sesuatu dicurigai, dan bentuk kekhawatiran lainnya. Akibatnya mereka tidak berani berekspresi.

Dibebaskan tanpa kendali pun jangan sampai terjadilah. Semua disesuaikan aturan dan usianya.
Apalagi ancaman narkoba,yakan?

Guru BK bilang, “ Anak sekarang tau itu bong, saya saja kalau tak dikasi tau mereka tak tau benda apa itu... “ (si Bapak kurang piknik bacaannya 😁

“Satu lagi Buk, buka chat sosmed orangtu , ngeri kali bahasanya ah...”

Wohoho... memang iya. Kita orang Medan aja jiper bacanya hadeeh.. 😭
*cek akun anak-anak...

Endingnya semua saling bermaafan, emak-emaknya juga, tapi kenapa lupa selfih ya?  *eehh... 😁

 
Diary Omak-Omak Medan Blogger Template by Ipietoon Blogger Template